Depan | Buku | Artikel | Tanggapan atas keraguan | Tanya-jawab | Pandangan | Ilmuan | Penemu jalan kebenaran | Debate | Album Foto |

|

AYATULLAH JA’FAR SUBHANI


Nasirudin Anshari Qumi

Nasir Dimyati
(Dewan Penerjemah Situs Sadeqin)

Pengantar

Ayatullah Ja’far Subhani adalah seorang fakih yang selama bertahun-tahun dia giat mengajar dan mendidik murid-murid, menyampaikan tuntunan-tuntunan agama dalam bentuk tabligh, meneliti, menulis, dan juga menerjemahkan buku-buku ilmiah, semua itu hanyalah contoh kegiatan dan pengabdian yang berharga dari pemikir besar Islam, ulama kontemporer, fakih yang juga pakar di bidang usul fikih, mufasir yang juga ahli di bidang ilmu rijal, teolog yang juga sastrawan, dan filsuf yang juga sejarawan ini. Selanjutnya kita coba menengok sedikit dari riwayat hidup dia.

Tempat dan Tanggal Lahir

Ayatullah Subhani lahir pada tanggal 28 bulan Syawal tahun 1347 hijriah qamariah yang bertepatan dengan tanggal 20 bulan Farvardin tahun 1308 hijriah syamsyiah. Dia dilahirkan di kota Tabriz oleh keluarga yang terhormat dan terkenal dengan ilmu, takwa dan kemuliaan.

Orangtua

Bapak dia adalah seorang pezuhud yang terkemuka, yaitu Ayatullah Muhammad Husein Subhani Khiyabani[1]. Dia adalah salah satu ulama dan fakih dari kota Tabriz yang aktif mengajar, menulis, memberi petunjuk kepada masyarakat dan mendidik murid-murid lebih dari lima puluh tahun lamanya.

Pendidikan

Setelah menyelesaikan sekolah dasar, Ja’far Subhani mempelajari teks-teks sastra persia di sekolahan Mirza Mahmud Fadhil [2] putra Fadhil Maroghi yang merupakan salah satu murid Syekh Anshari. Di sana dia mempelejarai buku-buku seperti Gulestan, Bustan, Tarikh Mukjam, Nishob al-Shibyan, Abwab al-Jinan dan lain sebagainya. Kemudian pada usianya yang ke empat belas tahun (tepatnya pada tahun 1361 hq.) dia melanjutkan pendidikannya di Madrasah Ilmiah Thalibiah dan menyelesaikan ilmu-ilmu pengantar dan tingkat-tingkat tinggi atau yang biasa mereka sebut dengan sutuh. Dia belajar ilmu sastra dari Syekh Hasan Nahwi dan Syekh Ali Kbar Nahwi, dan dia belajar kitab Muthowal, Mantiq Mandzumah, dan Syarh al-Lum’ah dari Allamah Mirza Muhammad Ali Mudaris Khiyabani penulis buku Roihanah al-Adab (1373 hq.) [3]. Jenjang ini berlanjut selama lima tahun, yakni sampai tahun 1365 hq.
Di tengah kegiatan belajar dan mengajar serta diskusi, Ja’far Subhani juga rajin mengarang, di antara karya tulis dia pada periode itu –yakni ketika dia masih berusia tujuh belas tahunD adalah dua buku
1- Mi’yar al-Fikr, buku tentang logika;
2- Muhadzab al-Balaghoh, buku tentang ilmu ma’ani, bayan dan badi’. [4]

Hijrah ke Hauzah Ilmiah Qom

Pergolakan di Azarbaijan dan munculnya kelompok demokrat yang dipimpin oleh Pisyehwar dan Ghulam Yahya –pada bulan Syahrivar tahun 1325 hs.u serta pembentukan pemerintah yang tergantung kepada Uni Soviet menyempitkan ruang kegiatan belajar dan mengajar di sana, itulah sebabnya terpaksa Ja’far Subhani mencari ganti lingkungan pendidikan, dan akhirnya dia pergi menuju Hauzah Ilmiah Qom. Pada bulan Mehr tahun 1325 hs. dia memasuki kota Qom, kemudian dia menyempurnakan pendidikan tingkat-tingkat tinggi yang tidak sempat dia tuntaskan di Tabriz. Dia mempelajari sisa buku Faro’id al-Ushul [5] dari Ayatullah Haj Mirza Muhammad Mujahidi Tabrizi (1327-1379 hq.) dan Ayatullah Haj Mirza Ahmad Kafi (1318-1412 hq.), di samping itu dia juga mempelajari buku Kifayah al-Ushul dari Ayatullah Uzma Gulpaigani (1414 hq.).

Guru

Setelah menyelesaikan tingkat-tingkat tinggi pendidikan pada tahun 1369 hq., Ja’far Subhani memulai pelajaran-pelajaran khorij fikih dan ushul fikih dengan guru-guru sebagai berikut
1- Ayatullah Uzma Bruwjurdi (1292-1380 hq.) yang pada waktu mengajarkan kitab al-sholah.
2- Ayatullah Haj Sayid Muhammad Hujjat Kuhkamari (1301-1372 hq.) yang pada waktu itu mengajarkan kitab al-bai’.
Ayatullah Bruwjurdi memperkenalkan murid-muridnya dengan pendapat-pendapat ulama terdahulu, fatwa-fatwa Ahli Sunnah, penelitian sanad hadis, pemahaman makna hadis, dan kajian-kajian tentang akar permasalahan. Adapun Ayatullah Hujjat, selain pelajaran-pelajaran yang dia sampaikan dia memiliki keistimewaan tersendiri di dalam hal klasifikasi pembahasan dan juga penyimpulan.
3- Ayatullah Uzma Imam Khomaini (1320-1409 hq.) yang pada waktu itu mengajarkan ushul fikih bab istishab. [6] Ja’far Subhani menghadiri pelajaran ushul fikih Imam Khomaini sampai akhir periode pertama dan sejak awal dia sudah berniat untuk mencatat semua pelajaran itu serta membukukannya. Pelajaran ini berlangsung selama tujuh tahun, dari tahun 1330 sampai dengan tahun 1337 hs., dan pada tahun itu pula catatan-catatan Ja’far Subhani tentang pelajaran ushul fikih Imam Khomaini dicetak.
Di samping belajar ilmu fikih dan ushul fikih, Ja’far Subhani juga rajin mempelajari filsafat, teologi dan tafsir al-Qur’an. Sejak usia remaja, dia giat sekali mempelajari ilmu-ilmu akal dan dia menghormati sekali tokoh-tokoh pemikir, guru-guru logika dan ilmu akal. Itulah sebabnya di kota Tabriz dia mendatangi Ayatullah Haj Sayid Muhammad Bad Kubeh’i (1390 hq.) dan belajar buku Syarh Qowa’id al-Aqo’id darinya. Setelah itu, dia menyempurnakan pelajaran-pelajaran itu dengan duduk di bangku pelajaran logika dan filsafat Ayatullah Allamah Sayid Muhammad Husein Thaba’ Thaba’i (1402 hq.). Dari tahun 1328 sampai dengan 1330 hs. dia belajar Syarh Mandzumah dan Asfar Arba’ah kepada Allamah Thaba’ Thaba’i, selain itu dia juga rutin menghadiri acara malam kamis dan malam jum’at bersama Allamah[7] yang diisi dengan kajian kritis terhadap filsafat materialisme, dan buku “Ushule Falsafeh wa Rawesye Realisme” yang ditulis oleh Syahid Mutahhari adalah hasil dari pertemuan-pertemuan itu. Lalu atas permintaan Allamah Thaba’ Thaba’i, Ja’far Subhani menuangkan buku tersebut ke dalam bahasa arab, dan jilid pertamanya dicetak dengan rekomendasi langsung dari Allamah.

Pengajaran

Ayatullah Ja’far Subhani sudah mulai mengajar ilmu-ilmu pengantar ketika dia masih dalam proses belajar –pada tahun 1362 hq. Atau 1322 hs.A, kemudian dia datang ke Hauzah Ilmiah Qom pada usia 18 tahun dan tetap rutin mengajar, tak lama kemudian dia pun mulai mengajar tingkat-tingkat tinggi. Selama hampir tujuh tahun dia mengajarkan kitab Muthowal, berkali-kali dia mengajarkan kitab Ma’alim dan Lum’ah, tujuh kali kitab Faro’id karya Syekh Anshari –selama 21 tahun–, berkali-kali kitab Makasib dan Kifayah, dan lima kali dia telah mengajarkan kitab Syarh Mandzumah –selama 10 tahun–. Kemudian pada tahun 1394 hq. (1354 hs.) dia diminta oleh para murid dan dimotivasi oleh para ulama untuk membuka pelajaran khorij fikih dan ushul fikih, dan alhamdulillah pelajaran khorij dia masih berlanjut sampai sekarang. Pelajaran khorij ushul fikih dia terhitung sebagai pelajaran hauzah yang sangat penting dan salah satu keistimewaannya adalah setiap hari pelajaran itu dicatat dan dicetak di bawah pantauan dia. Murid yang hadir di pelajaran khorij dia berjumlah lebih dari enam ratus orang.
Sampai saat ini, Ayatullah Ja’far Subhani telah menyelesaikan pengajaran khorij ushul fikih sebanyak tiga kali, setiap kalinya menghabiskan waktu selama enam tahun, dan sekarang dia sedang mengajarkannya untuk kali yang keempat. Banyak sekali catatan hasil pelajaran khorij dia, dan salah satu catatan yang lengkap dari pelajaran khorij ushul fikih dia adalah bernama al-Mahshul fi Ilm al-Ushul yang dicetak di dalam empat jilid. Di samping itu, selama dua puluh tahun dia teratur mengajarkan khorij fikih, dan berbagai pembahasan telah dia sampaikan, seperti bab zakat, hudud, diyat, qodho’, mudhorobah (dua kali), makasib muharromah, khiyarot, irts, tholaq, nikah, dan khumus. Dan banyak sekali dari murid-muridnya yang mencatat rapi pelajaran dia bahkan sebagiannya sudah tercetak. Selain itu juga, selama bertahun-tahun Ayatullah Ja’far Subhani mengajarkan kitab Asfar Arba’ah kepada murid-muridnya, bahkan di antara murid-muridnya sekarang sudah menjadi guru filsafat bagi yang lain. Tidak cukup hanya mengajarkan fikih, ushul fikih dan filsafat, dia juga telah lama mengajarkan akidah, teologi, ilmu rijal, dirayah, sejarah islam, syiahlogi, milal wa nihal, tafsir dan sastra. Bisa dikatakan, di tiap-tiap ilmu itu dia telah meninggalkan karya yang banyak dan berharga untuk dapat digunakan oleh masyarakat Islam selanjutnya.

Pendiri Tafsir Tematik al-Qur’an

Sejak majalah Maktabe Islom dirintis, tanggungjawab rubrik tafsir al-Qur’an dipikul oleh Ayatullah Ja’far Subhani. Sudah bertahun-tahun lamanya dia menggeluti terjemahan sekaligus penafsiran al-Qur’an, di antaranya adalah surat at-Taubah, ar-Ra’du, al-Furqon, Luqman, al-Hujurat, al-Hadid, as-Shaff, dan surat al-Munafiqun. Pada kelanjutannya, dia sampai kepada sebuah kesimpulan tentang pentingnya tafsir tematis al-Qur’an, dia yakin bahwa al-Qur’an telah membahas berbagai tema dan bukan pada satu tempat saja melainkan di berbagai tempat yang terpisah, ayat-ayat tentang satu tema tidak berkumpul di satu tempat, bahkan betapa banyak ayat-ayat tentang satu tema yang tersebar di beberapa surat, maka sudah barang tentu untuk sampai kepada pandangan dan kesimpulan yang universal dari ayat-ayat al-Qur’an tentang tema tertentu harus dilakukan pengumpulan ayat-ayat yang bersangkutan dan kemudian ayat-ayat itu diperhatikan secara majemuk serta terkadang juga perlu pada pencerahan dari sabda-sabda para manusia suci as. Kendatipun demikian, perlu diingat bahwa ulama pertama yang membuka pintu ke arah tafsir tematis al-Qur’an adalah Allamah Majlisi, dia di dalam kitabnya yang sangat berharga yaitu Bihar al-Anwar mengumpulkan ayat-ayat yang terkait dengan tiap-tiap bab, kemudian dia melakukan penafsiran yang singkat terhadap ayat-ayat itu.
Dalam hal ini, Ayatullah Ja’far Subhani memfokuskan kajian dan penafsiran terhadap ayat-ayat tentang akidah Islam, kegiatan dia ini akhirnya menghasilkan sebuah buku tafsir yang luar biasa bernama Mafahim al-Qur’an dalam tujuh jilid, dan buku tafsir ini mendapatkan perhargaan dari berbagai ulama dunia Islam sejak pertama dicetak dan disebarkan. Tak lama kemudian, Ayatullah Subhani juga merasakan kebutuhan masyarakat berbahasa persia kepada tafsir semacam ini, itulah sebabnya dia segera menuliskan tafsir tematis al-Qur’an ke dalam bahasa persia dan buku ini berhasil dicetak dan diterbitkan dengan nama Mansyure Jowide Qur’on yang sekarang sudah mencapai empat belas jilid.

Pendirian Yayasan Pendidikan Dan Penelitian Imam Ja’far Shadiq as.

Ayatullah Ja’far Subhani, yang sudah mulai menulis sejak dia berusia delapan belas tahun dan selama 48 tahun berkecimpung di dalam penelitian, sangat merasakan besarnya nilai hasil-hasil penelitian yang bersumber pada referensi-referensi yang otentik, karena itu dia senantiasa berpikir dan berkeinginan untuk mendirikan lembaga khusus bagi para peneliti dan penulis agar mereka dapat merujuk kepada khazanah perpustakaan secara langsung dan tanpa melalui prosedur yang rumit serta dapat dengan tenang meneliti dan menulis tanpa harus memikirkan masalah yang lain. Kemenangan revolusi Islam Iran membuka peluang dan kesempatan terwujudnya cita-cita itu, dan berkat tekad Ayatullah Ja’far Subhani yang bulat serta usaha dia yang keras dan juga bantuan dari sejumlah orang yang baik maka Yayasan Pendidikan Dan Penelitian Imam Shadiq as. berhasil didirikan pada tahun 1359 hs. dan diresmikan pada hari raya Ghadir Khum.
Kendatipun pada mulanya yayasan ini didirikan dengan tujuan menyediakan perpustakaan khusus bagi para peneliti dan penulis akan tetapi setelah itu mengingat tuntutan zaman dan juga kebutuhan lain yang mendasar maka dia juga menambahkan beberapa rencana dan program yang di antaranya adalah
1- Membina dan mendidik potensi-potensi muda untuk penelitian di bidang ilmu-ilmu islami khususnya ilmu tafsir, hadis, dan akidah;
2- Menghidupkan kembali teks-teks islami dan melakukan penelitian terhadap karya-karya peninggalan ulama-ulama Syi’ah;
3- Menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar agama;
4- Mencipta, mencetak dan menyebarkan brosur-brosur yang memuat persoalan-persoalan tentang agama.

Pengadaan Jurusan Spesial Teologi Islam

Dari sejak diadakannya jurusan-jurusan spesial tabligh, tafsir dan kalam atau teologi di hauzah ilmiah Qom, Ayatullah Ja’far Subhani diberi tanggungjawab untuk memimpin jurusan teologi Islam, dan dengan lapang dada dia mendidik murid-murid di jurusan ini, masa pendidikan ini adalah empat tahun, dan secara keilmuan pendidikan ini setingkat doktoral. Murid-murid yang telah menyelesaikan program spesial teologi Islam selama empat tahun akan menjalani satu program lagi yaitu program pra program spesial teologi Islam, dan setelah itu mereka akan menjadi guru yang mengajarkan buku-buku filsafat dan teologi.
Di samping itu, Ayatullah Ja’far Subhani juga berhasil menerbitkan majalah ilmiah Kalome Islomi (teologi Islam) yang merupakan pasal tersendiri di tengah majalah-majalah ilmiah di Iran. Dan sampai sekarang majalah itu telah sampai pada edisi yang ke-36.

Pembelaan Terhadap Syi’ah

Sudah lama sekali Ayatullah Ja’far Subhani melakukan pembelaan terhadap akidah dan keyakinan Syi’ah, dan banyak buku yang telah dia tulis dalam rangka itu. Salah satu langkah pertama dia untuk membela mazhab Syi’ah adalah menusli buku Tafsire Shahihe Oyote Musykelehye Qur’on (penafsiran yang benar atas ayat-ayat yang susah di dalam al-Qur’an), buku ini dia tulis dalam rangka menjawab buku Tafsire Oyote Musykelehye Qur’on (penafsiran ayat-ayat yang susah di dalam al-Qur’an), setelah itu dia juga melancarkan hujatannya terhadap buku menyimpang yang berjudul 32 Sol (32 tahun). Lalu pada tahun-tahun berikutnya, dia menulis berbagai buku yang menerangkan akidah Syi’ah kepada orang-orang selain syi’ah, yaitu buku-buku tentang persoalan imamah, khalifah Nabi saw., bada’, tawasul, syafa’at, raj’ah, dua belas imam, keyakinan-keyakinan Syi’ah, tokoh-tokoh syi’ah, peran peradaban Syi’ah dalam memajukan peradaban Islam, sejarah Syi’ah dan lain sebagainya.

Perlawanan Terhadap Wahabisme

Nada bengis Wahabisme yang mendengung di negeri Hijaz dan mengerahkan para pengikutnya yang kolot dan fanatik untuk menghantam mazhab-mazhab Islam yang lain telah mendapatkan perlawanan dari berbagai ulama terkemuka Islam yang sampai batas-batas tertentu berhasil menggugurkan bangunan pasir aliran ini. Salah satu ulama yang pada tahun-tahun terakhir ini menunjukkan perlawanan yang kuat terhadap kepercayaan-kepercayaan Wahabisme adalah Ayatullah Ja’far Subhani, buku-bukunya tentang Wahabisme berubah menjadi gelombang besar yang melahirkan kesadaran Islam di berbagai negara muslim. Di antara buku-bukunya adalah al-Wahabiyah fi al-Mizan, O’iyne Wahobiyat, al-Tauhid wa al-Syirk fi al-Qur’an al-Karim, al-Syafa’ah wa Mafhumuha, dan al-Tawassul. Buku-buku inilah yang menyingkap kesalahan dan penyimpangan Wahabisme sehingga banyak sekali kelompok beragama yang terhindar dari bahaya Wahabisme tersebut, khususnya kelompok-kelompok beragama di Maroko dan Sudan. Kenyataan ini dapat dilihat secara jelas dari surat-surat penghargaan yang dikirimkan kepada beliau dari berbagai penjuru dunia.

Karya-karya

Di tengah kesibukannya mengajar, mendidik, menghidupkan syi’ar-syi’ar agama, berpidato di lembaga-lembaga resmi, menulis artikel di berbagai majalah yang terkemuka, wawancara dengan berbagai pihak, tabligh dan menyampaikan norma-norma mazhab, mendirikan lembaga penelitian dan menerbitkan majalah ilmiah ... Ayatullah Ja’far Subhani juga mengarang banyak buku di berbagai bidang agama seperti tafsir, hadis, fikih, ushul fikih, kalam atau teologi, sejarah, filsafat, milal wa nihal, rijal, dirayah, ilmu-ilmu sastra, pembelaan terhadap Syi’ah, perlawanan terhadap Wahabisme dan lain sebagainya. Berikut ini kita akan menelusuri sebagian dari karya-karya yang beliau tulis

A- Tafsir al-Qur’an

1- Tafsir Yang Berurut
a. Tafsir surat ar-Ra’du yang diberi nama Qur’on wa Asrore Ofarinesy (Al-Qur’an dan rahasia-rahasia penciptaan);
b. Tafsir surat al-Furqon yang diberi nama Simoye Insone Komel dar Qur’on (Ciri-ciri manusia yang sempurna di dalam al-Qur’an);
c. Tafsir surat at-Taubah;
d. Tafsir surat al-Munafiqun yang diberi nama Dustnamoho (Orang-orang yang berpura-pura menjadi teman);
e. Tafsir surat al-Hadid yang diberi nama Qur’on wa Ma’orefe Aqli (Al-Qur’an dan maklumat-maklumat rasional);
f. Tafsir surat al-Hujurat yang diberi nama Sisteme Akhloqie Islom (Sistem etika Islam);
g. Tafsir surat Luqman yang diberi nama Murabbie Namuneh (Pendidik teladan);

2- Tafsir Tematis
a. Mansyure Jowidone Qur’on, 14 jilid
Jilid 1 Memuat tema-tema keesaan Tuhan, bakti terhadap kedua orangtua, kehormatan nyawa manusia, pembunuhan anak, perjuangan melawan kerusakan seksual, perlindungan atas anak-anak yatim, keadilan dalam bertutur, sisi-sisi keadilan, dimensi global masyarakat, syukur dan terima kasih, israf dan tabdzir, fanatisme lidah di dalam al-Qur’an, hati dan kalbu, konstitusi masyarakat dan sejarah, sunah-sunnah yang tidak mungkin berubah.
Jilid 2 Membahas dasar-dasar tauhid menurut al-Qur’an.
Jilid 3 Memuat pembahasan tentang tema-tema hijrah, haq dan batil, ikhlas, cahaya dan kegelapan, faktor-faktor kesesatan, nikmat-nikmat yang kekal, perasaan dan hati kecil, harapan dan takut, ruh, takwil, amal yang saleh, keturunan yang saleh, lupa Tuhan, godaan setan, muhkam dan mutasyabih, rosikhun fi al-ilm, takwil sebagai lawan dari tanzil, al-Qur’an dan sabahat-sahabat setia Nabi.
Jilid 4 Membahas kemunafikan dan nasib orang-orang yang munafik, serta membahas tentang pengenalan manusia.
Jilid 5 Bukti-bukti kesucian Nabi saw., kedudukan-kedudukan para nabi dan wilayah takwini mereka, imam dan kesucian mereka menurut al-Qur’an.
Jilid 6 Riwayat hidup Nabi Muhammad saw. di dalam al-Qur’an (mulai dari lahir sampai pendirian masjid Quba dan pemindahan kiblat).
Jilid 7 Riwayat hidup Nabi Muhammad saw. di dalam al-Qur’an (mulai dari hijrah sampai wafat).
Jilid 8 Syafa’at, tobat, ihbat dan takfir.
Jilid 9 Alam Barzakh, manivestasi amal, kebangkitan jismani dan ruhani, siksa dan pahala.
Jilid 10 Nabi-nabi di dalam al-Qur’an.
Jilir 11 dan 12 Kisah para nabi.
Jilid 13 dan 14 Analisa tentang riwayat para nabi di dalam al-Qur’an.

b. Mafahim al-Qur’an, 7 jilid
Jilid 1 Maklumat-maklumat al-Qur’an seputar tauhid.
Jilid 2 Pemerintahan Islam, program dan ciri-cirinya. Jilid yang kedua ini ditulis oleh Ja’far Hadi dan kemudian diterjemahkan ke bahasa persia oleh Dawud Ilhami dengan nama Mabonie Hukumate Islomi.
Jilid 3 Risalah yang global, arti ummiy bagi Nabi saw., konsep penutup kenabian dan kehidupan Rasulullah saw.
Jilid 4 Upah risalah, mukjizat dan keramat serta syafaat Nabi Muhammad saw.
Jilid 5 Ismah dan kesucian para nabi dan imam, keadilan sahabat dan ketaatan terhadap pemimpin yang lalim.

c. Asolate Ruh az Nazare Qur’on (Kesejatian Ruh Menurut Pandangan Al-Qur’an);
d. Al-Tauhid wa al-Syirk fi al-Qur’an al-Karim (Tauhid Dan Syirik Menurut Pandangan Al-Qur’an);
e. Syuro dar Qur’on wa Nahjul Balaghoh (Syura Dari Sudut Pandang Al-Qur’an dan Nahjul Balaghah);
f. Ahmad Mau’udi Injil (Ahmad Manusia Yang Dijanjikan Oleh Injil);
g. Maktabe Wahy (Ideologi Wahyu);
h. Khotamiyat az Nazare Qur’on wa Hadis wa Aql (Konsep Penutup Kenabian Menurut Pandangan Al-Qur’an Dan Hadis Serta Akal).

B- Ulumul Qur’an

1- Marzhoye I’joz (Batas-batas Mukjizat); terjemahan dari sebagian buku tafsir al-Bayan karya Ayatullah Uzama Khu’i.
2- Burhone Resolat (Argumentasi Risalah); membahas tentang al-Qur’an dan sisi kemukjizatannya.

C- Teologi

1- Syenokhte Sifote Khudo (Pengenalan Sifat-Sifat Tuhan);
2- Osyno’i bo Ushule Islom (Pengenal Pokok-Pokok Islam);
3- Jahon Binie Islomi (Pandangan Dunia Islam); membahas pandangan Islam tentang ada, dunia, dan manusia.
4- Ilohiyot wa Ma’orefe Islomi (Ketuhanan Dan Ajaran Islam); membahas tema-tema sebagai berikut Tuhan dan sistem penciptaan, Tuhan dan sifat-sifat jamal serta jalal, Tuhan dan para nabi, Tuhan dan Nabi Muhammad saw., Tuhan dan imamah, Tuhan dan hari kebangkitan. Buku ini disusun oleh Ustadi.
5- Niruye Maknawiye Peyombaron (Kekuatan Spiritual Nabi-Nabi);
6- Resolate Jahonie Peyombaron (Risalah Global Para Nabi);
7- Fi Dzilli Ushul al-Islam (Di Bawah Naungan Pokok-Pokok Islam); mencakup pembahasan tentang tauhid, syirik, bid’ah, syafaat, tawasul, ziarah, cinta Ahli Bait as., kehidupan para nabi setelah mereka meninggal dunia dan kemungkinan hubungan dengan mereka.
8- Ma’ode Inson wa Jihod (Kebangkitan Manusia Dan Jihad);
9- Rohe Khudo Syenosi (Jalan Mengenal Tuhan);
10- Mashdar al-Wujud (Sumber Keberadaan);
11- Jabr wa Ikhtiyor (Keterpaksaan Manusia Dan Kuasa Pilihnya);
12- Husn wa Qubhe Aqli (Baik Dan Buruk Rasional);
13- Tawassul (Tawasul; mencari perantara); buku ini juga telah diterjemahkan ke bahasa arab.
14- Al-Bada’ fi al-Kitab wa al-Sunnah (Bada’ Menurut Pandangan Al-Qur’an dan Sunnah);
15- Ogohiye Sewum (Ilmu Ketiga); membahas tentang ilmu gaib manusia-manusia suci.
16- Rahbari (Kepemimpinan);
17- Pisywo’i az Nazare Islom (Imamah Menurut Pandangan Islam); membahas tentang imamah dan khilafah).
18- Sarnewesy az Didgohe Qur’on wa Hadis wa Aql (Nasib Dari Sudut Pandang Al-Qur’an, Hadis Dan Akal);
19- Syafo’at az Didgohe Qur’on wa Hadis wa Aql (Sayafaat Dari sudut Pandang Al-Qur’an, Hadis Dan Akal);
20- Kowesyho’i Piromune Weloyat (Kajian Tentang Wilayah);
21- Mafhum al-Ibadah fi al-Kitab wa al-Sunnah (Konsep Ibadah Di Dalam Al-Qur’an Dan Sunnah);
22- Ru’yah Alloh (Melihat Tuhan);
23- Al-Ziyaroh (Ziarah).

D- Filsafat

1- Ushul al-Falsafah; diterjemahkan dari jilid pertama kitab Darshoye Ustod Allomeh Thabo’ Thabo’i.
2- Falsafehye Islome wa Ushule Diyolektik (Filsafat Islam Dan Pokok-Pokok Dialektik);
3- Nadzoriyah al-Makrifah (Teori Pengetahuan); disusun oleh Hasan Maki Amili.
4- Sarnewesyt az Didgohe Ilm wa Falsafeh (Nasib Dari Sudut Pandang Ilmu Dan Filsafat);
5- Syenokht dar Falsafehye Islomi (Pengetahuan Menurut Filsafat Islam);
6- Hasti Syenosi dar Maktabe Shadrul Muta’allihin (Ontologi Menurut Aliran Filsafat Mulla Sadra);
7- Tahlili az Falsafehye Marx (Analisa Terhadap Filsafat Marx);
8- Niruye Muharreke Torikh (Kekuatan Penggerak Sejarah).

E- Fikih

1- Al-Mawahib fi Ahkam al-Makasib; disusun oleh Saifullah Ya’qubi.
2- Al-Mukhtar fi Ahkam al-Khiyar;
3- Nidzom al-Irts fi al-Syari’ah al-Islamiyah al-Ghorro’; disusun oleh Sayid Muhammad Reza Peghambar Pur.
4- Nidzom al-Tholaq fi al-Syari’ah al-Islamiyah al-Ghorro’; disusun oleh Saifullah Ya’qubi.
5- Nidzom al-Mudhorobah fi al-Syari’ah al-Ghorro’;
6- Kitab al-Khums.
7- Qo’idatani Fiqhiyyatan La Dhoror wa Ridho; disusun oleh Hasan Maliki Amili.
8- Al-I’tishom bi al-Kitab wa al-Sunnah; membahas tema-tema seperti membasuh kaki di dalam amalan wudhu’, sujud di atas tanah di waktu shalat, khumus, kawin mut’ah, sendekap dua tangan di waktu shalat, tiga cerai sekaligus di satu majlis, sumpah cerai, cerai di waktu haid dan nifas, taqiyah, warisan muslimin dari orang kafir, wasiat kurang dari sepertiga, sumber-sumber perundang-undangan menurut mazhab Syi’ah Imamiyah.
9- Nidzom al-Nikah fi al-Syari’ah al-Islamiyah al-Ghorro’;
10- Sab’u Masa’il; membahas tujuh persoalan fikih yang diperselisihkan antara Syi’ah dan Ahli Sunnah.

F- Ushul Fikih

1- Tahdzib al-Ushul; tiga jilid, memuat catatan-catatan dari pelajaran ushul fikihnya Imam Khomeini.
2- Al-Mahshul fi Ilm al-Ushul, empat jilid, memuat catatan-catatan dari pelajaran ushul Ja’far Subhani. Buku ini disusun oleh Sayid Mahmud Jalali Mazandarani.
3- Al-Rosa’il al-Arba’;
Mulazamehye Hukme Aql wa Hukme Syar’;
Al-Tasamuh fi Adillah al-Sunan; disusun oleh Ali Akbar Kalantari;
Al-Ijtihad fi Adillah al-Sunnan; disusun juga oleh Ali Akbar Kalantari;
Qo’idatu La Dhoror, disusun oleh Syekh Ali Haidari.

G- Sejarah

1- Furughe Abadiyat; dua jilid, memuat perincian sekaligus analisa tentang kehidupan Nabi Muhammad saw.. Buku ini telah dicetak juga ke berbagai bahasa arab, urdu, inggris, turki dan spanyol.
2- Furughe Weloyat; memuat perincian sekaligus analisa tentang kehidupan Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib as.
3- Zendegonie Imomon beh Zabone Sodeh; memuat riwayat hidup para imam yang dikemas dalam bahasa yang sederhana. Buku ini juga telah diterjemahkan ke bahasa arab.
4- Al-A’immah al-Itsna Asyar (Dua Belas Imam);
5- Torikhe Islom (Sejarah Islam).

H- Rijal

Kulliyat fi Ilm al-Rijal.

I- Dirayah

Ushul al-Hadis wa Ahkamuhu.

J- Akidah

1- Buhuts fi al-Milal wa al-Nihal; tujuh jilid
Jilid 1 Tentang sejarah akidah Ahli Hadis, memuat dua kelompok Hambali dan Salafi.
Jilid 2 Tentang sejarah Imam Asy’ari, mencakum kepribadian dan juga keyakinan dia.
Jilid 3 Tentang kelompok Maturidiyah, Murji’ah, Jahmiyah, Karamiyah, Dzahiriyah, dan Muktazilah.
Jilid 4 Tentang kehidupan Ibnu Taimiyah dan Muhammad bin Abdul Wahhab serta keyakinan kelompok Wahabi.
Jilid 5 Tentang sejarah kelompok Khawarij dan juga keyakinan serta aliran mereka.
Jilid 6 Tentang sejarah kelompok Syi’ah, keyakinan dan aliran mereka.
Jilid 7 Tentang sejarah kelompok Zaidiyah, keyakinan dan tokoh-tokoh mereka.
2- Farhangge Aqo’id wa Mazohebe Islomi (Kumpulan Akidah Dan Aliran-Aliran Islam); empat jilid.
3- Ma’a al-Syi’ah al-Imamiyah fi Aqo’idihim (Bersama Syi’ah Imamiyah Dan Akidah Mereka);
4- Al-Syi’ah fi Mawkib al-Tarikh (Syi’ah Sepanjang Sejarah);
5- Al-Syi’ah wa Ilm al-Kalam Abro al-Qurun al-Arba’ah (Syi’ah dan Teologi Sepanjang Empat Abad);
6- O’iyne Wahobiyat (Kepercayaan Wahabi); buku ini telah diterjemahkan ke bahasa urdu.
7- Al-Whabiyah fi al-mizan (Menimbang Wahabisme).

K- Lain-lain

1- Bozgasyt beh Asre Imon (Kembali Ke Era Iman);
2- Ramze Piruziye Mardone Buzurg (Kunci Kesusksesan Orang-Orang Besar);
3- Pursesyho wa Posukhho (Tanya Dan Jawab).

L- Biografi

1- Syakhsiyathoye Islomie Syi’eh (Tokoh-Tokoh Islam Syi’ah); dua jilid. Disusun oleh Mahdi Pisywa’i. Buku ini telah diterjemahkan ke bahasa arab.
2- Zendegiye Buzurgone Syi’eh (Beografi Tokoh-Tokoh Syi’ah); begorafi-beografi ini dimuat di berbagai edisi majalah Maktabe Islom.


1. Anda bisa melihat riwayat hidupnya di dalam buku Muqoddemehye Nukhbah al-Azhar, hal. 13-16; Ulama’ Muashirin, hal. 396; Nuqoba’ al-Basyar, jilid 2 hal. 559; Ganjinehye Donesymandon, jilid 3, hal. 314; Mu’jam Rijal al-Fikr wa al-Adab, hal. 177.
2.Ustad Ja’far Subhani berkata tentang dia Mirza Mahmud Fadhil memenejemen sekolahan itu dan mengajarkan teks-teks sastra persia selama hampir lima puluh tahun. Begitu indah dan manisnya dia mengajar sehingga siapa saja yang duduk di bangku pelajarannya pasti sangat menikmati.
3. Ustad Ja’far Subhani berkata tentang dia Keberadaan Marhum Mirza Muhammad Ali Mudaris sangatlah berpengaruh dalam pola pikir saya pada jenjang kehidupan saya saat itu. Dia adalah guru yang bukan saja mempelajari ilmu, melainkan dia mencicipi dan merasakan ilmu-ilmu yang dia pelajari. Saya mengenyam pendidikan di bawah naungan dia dan berkat pendidikan dia saya mengenal baik buku-buku beografi orang-orang besar dan ilmu rijal.
4. Ulama’ Mu’ashirin.
5. Ustad Ja’far Subhani telah mempelajari sebagian dari buku ini melalui bapaknya sendiri sewaktu masih di Tabriz.
6. Jumlah murid yang menghadiri pelajaran Imam Khomaini ini tidak lebih dari sepuluh orang yang di antara mereka adalah Ayatullah-ayatullah Mutahhari, Khandaq Abadi, Khawnsari, Amini, dan Wa’idz Zadeh Khurasani.
7. Di antara yang hadir pada acara rutin malam kamis dan jum’at itu adalah Mutahhari, Quddusi, Majdudin Mahallati, Jaza’iri, dan Wa’idz Zadih Khurasani.



Komentar Anda

samsul, samsul arifin - [2013-03-13]
13 saya sangat terkesima sekali terhadap ulama-ulama Madzhab Ahlul Bayt,,mereka berhujjah tidak sembarangan berhujjah melainkan atas dasar Al-Qur\'an wal Hadist

nama :
Email :
Cantumkan jumlah dari dua angka berikut ini di kolom depan
2+2 =