Islamic Sadeqin Website
Tentang kami
Hubungan dengan kami
  • AS'AD BIN ALI

    As'ad lahir pada tahun 1964 M. Di kota Safakas, Tunisia. Dia besar di tengah keluarga yang bermazhab Maliki. Setelah menyelesaikan pendidikan umum, dia kuliah di jurusan Fisika. Mulai menginjak dewasa, dia semangat dan rajin sekali membaca buku dan artikel yang secara khusus membahas tentang ilmu-ilmu modern dan wacana intelektual kontemporer yang berhubungan dengan ideologi, khususnya dari sudut pandang islami. Dia menekuninya [Selanjutnya...]

  • Kenapa Allah swt. tidak menyebutkan nama-nama para imam di dalam ...

    Jawaban: Metode al-Qur’an dalam membicarakan imam-imam suci –khususnya Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib as. dan keturunannya yang suci– adalah memperkenalkan kepribadian mereka yang istimewa dan bukan memperkenalkan individunya. Metode ini digunakan karena berbagai hikmah yang di antaranya akan kami singgung dalam dua topik pembicaraan [Selanjutnya...]

  • AYATULLAH UZMA BRUJURDI

    Di hari-hari akhir bulan Safar tahun 1292 H., rumah Hujatul Islam Haji Sayid Ali bin Sayid Ahmad Thaba' Thaba'i hanyut dalam dzikir kepada Allah swt. dan syukur kepada-Nya atas kelahiran bayi yang kemudian diberi nama Husain. [1] Perlahan-lahan Sayid Husain tumbuh besar dan berkembang. Dia mempelajari [Selanjutnya...]

  • PARA PEMIMPIN TELADAN


    • Pengarang : Amini, Ibrahim
    • Penerjemah : Faruk Diya
    • Penerbit : Al- Huda
    • Tahun Penerbitan : Januari 2005/Dzulhijjah 1425 H

  • WANITA YANG MEMILIH IMAM ALI AS.

    Auz Dounusy, perempuan berumur 28 tahun yang lahir di Ankara, ibukota Turki. Pada usianya yang ke-16 tahun dia mengenal Mazhab Ja\'fari (Syi\'ah), menurut pernyataannya dia betul-betul merasakan jadi Syi\'ah saat [Selanjutnya...]


BAI'AT MASSA TERHADAP ALI (AS)

Tanpa diragukan lagi bahwa semasa kepemimpinan tiga khalifah, Amirul Mukminin as tidak berperan aktif di kancah politik yang sedang berjalan saat itu. Beliau hanya menyempatkan [Selanjutnya...]

Bukankah al-Qur’an datang untuk memberi petunjuk ...

Jawaban:Kekafiran dan kesesatan terkadang dikarenakan oleh kebodohan dan terkadang pula dikarenakan oleh kebencian terhadap kebenaran dan cinta hawa nafsu. Yang pertama disebut dengan kekafiran dan kebodohan yang sederhana serta tidak disengaja sedangkan yang kedua disebut dengan kekafiran dan kebodohan berganda serta disengaja. Kelompok yang pertama masih bisa mendapat petunjuk (hidayah) setelah [Selanjutnya...]