Depan | Buku | Artikel | Tanggapan atas keraguan | Tanya-jawab | Pandangan | Ilmuan | Penemu jalan kebenaran | Debate | Album Foto |
|

Apa pandangan Islam tentang perkawinan dan pembinaan keluarga? [1]


JAWABAN:

Keterangan yang terperinci berkenaan dengan pandangan Islam tentang perkawinan dan pembinaan keluarga serta universal undang-undangnya lengkap dengan referensi yang terkait adalah di luar kapasitas ruang tanya jawab ini. Apa yang bisa dikatakan secara ringkas dalam ruang tanya jawab ini adalah menurut agama Islam perkawinan dan pembinaan keluarga merupakan faktor utama kemunculan masyarakat dan kelestariannya.
Allah swt. menjamin terjadinya perkumpulan manusia secara alami dengan menciptakan kelamin wanita dan lelaki sebagai alat reproduksi pada tubuh mereka, lalu menfasilitasinya dengan insting yang mendorong mereka untuk bertemu dan berdekatan sehingga melahirkan anak yang masing-masing dari mereka memiliki saham dalam mewujudkan bahan utamanya, kemudian dengan modal perasaan yang sama-sama mereka miliki terhadap anak yang merupakan bagian tubuh mereka sendiri; mereka menjaga dan merawat dia sejak di dalam kandungan sampai lahir, dari hari ke hari kesusahan sekaligus kelezatan yang mereka alami melipatgandakan perasaan mereka terhadap anak tersebut sehingga aktivitas pendidikan anak mereka juga semakin ditingkatkan sampai dia dewasa, kemudian perasaan bapak dan ibu terhadap anak itu memancing reaksi darinya untuk sayang kepada mereka, maka terjadilah perkumpulan pada tingkat keluarga, lalu sanak famili, kota dan negara.
Tentunya agar masyarakat tetap terpelihara dan tidak bercerai berai, insting birahi manusia harus dibatasi; lelaki tidak boleh melampaui batas dari isterinya yang resmi, begitu pula wanita tidak boleh melampaui batas dari suaminya yang resmi supaya jelas siapa bapak anak tersebut, sebab dalam pada ini wanita memiliki jaminan yang alami untuk menentukan dirinya sebagai ibu, yaitu proses kehamilan dan persalinan.
Jika tidak dibatasi seperti di atas maka anak-anak muda sebisa mungkin mereka memuaskan insting birahi mereka di luar jalan yang sah, mereka tidak sudi untuk bersusah payah dan menanggung berbagai kesulitan dalam membina rumah tangga, masing-masing dari bapak dan anak tidak percaya dengan hubungan nasab mereka, lambat laun hubungan kekeluargaan semakin melemah, dan pada akhirnya perbuatan zina yang menyebar luas menyebabkan berbagai macam kerugian di bidang kesehatan, sosial dan moral, keturunan jadi terputus, pengkhianatan jadi tidak terbilang jumlahnya, dan puncaknya adalah perasaan atau jalinan kekeluargaan menjadi hilang secara total.
Sebagaimana kalian saksikan di negara-negara yang menerapkan kebebasan dalam hubungan seksual, semakin hari perasaan dan jalinan kekeluargaan semakin pudar dan hilang, dan kondisi ini jika terus berlanjut pasti mengancam masa depan kemanusiaan. Di berbagai surat kabar dan majalah saya membaca bahwa rata-rata pertahun di Amerika ada tiga ratus bayi yang lahir tanpa bapak akibat dari hubungan seksual yang bebas antara laki dan perempuan. Dengan demikian jelas apa nasib yang akan menimpa masyarakat ini pada seratus tahun yang akan datang.
Itulah sebabnya agama Islam melarang hubungan seksual laki dan perempuan di luar nikah yang sah, itulah pula sebabnya Islam memikulkan biaya hidup anak di pundak bapak dan dialah yang harus bertanggungjawab menjamin kehidupannya.
Menurut Islam, dilarang menikah antara mereka yang bergaul secara alami di lingkungan keluarga, yakni setiap lelaki tidak boleh menikahi ibu, bibi dari jalur bapak atau ibu, saudara perempuan, dan atau keponakan perempuannya, begitu pula dengan isteri anak, ibu isteri (mertua), anak perempuan isteri –dengan syarat dia (lelaki tersebut) pernah menyetubuhi ibu anak tersebut- dan saudara perempuan isteri –dengan syarat isteri dia masih ada-, begitu pula dengan wanita yang bersuami, dan hukumnya keluarga sesusu ibu sama dengan keluarga senasab.
Sebaliknya setiap wanita juga tidak boleh menikah dengan laki-laki yang memiliki kriteria hubungan kekeluargaan seperti di atas.
Referensi semua itu adalah ayat-ayat al-Qur'an di dalam surat an-Nisa', dan juga hadis-hadis dari Rasulullah saw. serta para imam suci yang tercatat di dalam buku-buku induk hadis.

Penerjemah: Nasir Dimyati (Dewan Penerjemah Situs Sadeqin)

1. Pada tahun 1383 hijriah qamariah ada beberapa ilmuwan Iran yang berdomisili di New York AS. mengirimkan berbagai soal-soal mereka yang beragam di bidang keislaman kepada Ustadz Allamah Husein Thaba’ Thaba’i, dan beliau menjawab semua soal-soal itu dan mengirimkannya dalam satu paket jawaban kepada mereka. Dan ini adalah salah satu soal-jawab tersebut.





Komentar Anda

nama :
Email :
Cantumkan jumlah dari dua angka berikut ini di kolom depan
1+4 =