Depan | Buku | Artikel | Tanggapan atas keraguan | Tanya-jawab | Pandangan | Ilmuan | Penemu jalan kebenaran | Debate | Album Foto |
|

Bagaimana bisa membuktikan kebenaran semua isi Qur’an?


Jawaban:

Kita sepakat yakin bahwa Allah swt. Maha Jujur dan tidak berfirman kecuali jujur dan benar, dan kemudian apabila kita dapat membuktikan bahwa semua isi Qur’an datangnya dari Allah swt. serta apa yang sekarang populer disebut dengan Qur’an betul-betul Qur’an yang turun dari Dia, sebaliknya tidak satu elemen pun non-Ilahi yang menyusup ke sana – baik secara disengaja atau tidak disengaja –, maka kita akan dapat membuktikan kebenaran semua isi Qur’an. Dan untuk pembuktian ini kita perlu pada bukti-bukti kemunculan atau kedatangan, bukti-bukti itu adalah sebagai berikut:

1. Qur’an adalah kitab suci Allah swt.

Klaim ini mengemukakan dalam berbagai tahapan dan mengandung beragam makna yang dalam:
a. Isi al-Qur’an datang dari sisi Allah swt.
b. Setiap kata-katanya juga datang dari sisi Allah swt.
c. Susunan kalimatnya (dalam bentuk ayat) juga datang dari sisi Allah swt.
d. Susunan ayat-ayatnya (dalam bentuk surat) juga datang dari sisi Allah swt.
Adanya tahapan-tahapan ini menuntut keberagaman bukti kemukjizatan Qur’an, dan bukti-bukti itu terklasifikasi dalam tiga bagian: kemukjizatan tekstual Qur’an, kemukjizatan isi Qur’an, dan terakhir adalah kemukjizatan Qur’an dari sisi penyampainya. [1]
Kemukjizatan tekstual Qur’an membuktikan kata-kata dan susunan kalimat serta ayat Qur’an semuanya dari Allah swt., selain pula menjelaskan bahwa ayat-ayat yang berkaitan dalam satu konteks datang pula dari Allah swt..
Kemukjizatan kontentual (isi) Qur’an menunjukkan tidak adanya perbedaan di dalam tubuh Qur’an. Sebagian ayat Qur’an memberitakan hal-hal gaib atau yang akan datang, sebagian lagi menerangkan ilmu dan ajaran yang minimal sebelumnya tidak ada seorangpun yang bisa menggapainya. Kemukjizatan yang seperti ini membuktikan kebenaran Qur’an dan sesungguhnya dia adalah kitab langit.
Kemukjizatan Qur’an dari sisi penyampainya berdasarkan fakta bahwa Rasulullah saw. adalah seorang ummi (tidak pernah belajar dan membaca kitab) yang tidak mungkin dapat mengarang kitab sendiri. Kemukjizatan ini menjadi bukti bahwa isi Qur’an datang dari sisi Allah swt.

2. Wahyu terjaga dari kekeliruan

Berasaskan bukti ini, apabila seseorang memperhatikan hakikat wahyu dan menangkap kandungannya secara baik dan benar niscaya dia akan mengakui keterjagaan wahyu dari kekeliruan. Hakikat wahyu adalah semacam ilmu kesaksian dan kehadiran (syuhudi dan hudhuri) yang menghadirkan hakikat keberadaan pada diri pihak yang mengetahui, berbeda dengan ilmu kedapatan (hushuli) yang hanya menghadirkan gambar pada benak pihak yang mengetahui. Dan sebetulnya, gambar dalam benak ini berperan menjembatani benak dan alam nyata di luar, dan berhubung yang hadir pada benak pihak yang mengetahui adalah gambar maka dimungkinkan karena salah interpretasi akan mengalami kekeliruan dalam mempertemukannya dengan fakta di luar. Sementara di dalam ilmu hudhuri hakikat sesuatu yang diketahui dan disaksikan hadir dalam diri pihak yang mengetahui dan sama sekali tidak ada perantara di sana maka tidak ada pula kemungkinan salah, dan mengingat hakikat wahyu adalah kesaksian alam gaib serta tegolong ilmu hudhuri maka dia terjaga dari kekeliruan. [2]

3. Rasulullah saw. adalah manusia suci

Berdasarkan sifat-sifat Allah swt. (ilmu, kekuasaan, dan …) dan filsafat kenabian, penurunan kitab-kitab langit, dan pengutusan nabi maka akal mengatakan seorang nabi atau utusan Tuhan harus suci dari segala dosa, kesalahan yang disengaja dan kekeliruan di dalam menerima wahyu serta penyampaiannya kepada yang lain; karena jika seorang nabi tidak terjaga dari hal-hal tersebut niscaya kepercayaan masyarakat terhadap penyampaian pesan dan penyandaran hukum serta firman kepada Allah swt. akan hilang. [3] Dengan demikian dan ditambah dengan pembuktian Qur’an adalah kitab suci Allah swt. yang terjaga dari segala bentuk distorsi menjadi jelas bahwa Qur’an yang ada sekarang adalah turun dari sisi Allah swt. kepada Rasulullah saw. dan kitab ini merupakan firman Allah swt..
Semua penjelasan kami di atas telah membuktikan Qur’an sebagai kitab yang datang dari sisi Allah swt. dan sampai kepada kita secara utuh dan benar. Oleh karena itu semua isi Qur’an adalah hak dan benar. Adapun apabila yang dimaksud oleh penanya adalah bagaimana caranya membuktikan kebenaran satu persatu dari proposisi Qur’an maka jelas hal itu tidak mungkin dilakukan secara langsung; karena meskipun sebagian proposisi religius dapat dimengerti oleh akal secara langsung dan diadili dalam ruang lingkup eksperimen manusia dan sains tapi tidak sedikit pula proposisi religius yang di atas kemampuan akal dan di luar arena pembuktian atau penyangkalan sains dan eksperimen, seperti ciri-ciri kenikmatan surga, karakteristik jin, malaikat, penjaga neraka jahanam, fenomena alam barzakh, dan …, semuanya berada di atas kemampuan akal dan pengetahuan manusia biasa. Dalam hal ini, tidak ada jalan pembuktian kecuali dengan menerima validitas referensi yang melaporkan fakta-fakta tersebut sebagaimana metode ini juga sering dipakai dalam berbagai ilmu sastra dan sejarah. Memang benar, sebagian proposisi religius ini bisa digapai melalui penyingkapan irfani atau kesaksian batin, hanya saja cara ini tidak mungkin dianjurkan kepada masyarakat dan cendekiawan pada umumnya, selain juga hamparannya tidak mencakup semua pengetahuan dalam Qur’an.
Penerjemah: Nasir Dimyati (Dewan Penerjemah Situs Sadeqin)

1. Dr. Sayid Musthafa Tsamini, Wujuh e I’joz e Qur’on (kumpulan makalah-makalah Konfrensi Kedua Penelitian Ilmu-ilmu dan Konsep Qur’an), hal. 168-178.
2. Muhammad Baqir Sa’idi Ruwsyan, Tahlile Wahy az Didgohe Islom wa Masihiyat, hal. 22-28.
3. Pazyuhesyi dar Ismate Ma’sumon, hal. 109-112.




Komentar Anda

nama :
Email :
Cantumkan jumlah dari dua angka berikut ini di kolom depan
8+3 =