Depan | Buku | Artikel | Tanggapan atas keraguan | Tanya-jawab | Pandangan | Ilmuan | Penemu jalan kebenaran | Debate | Album Foto |
|

Apa anda setuju bahwa masing-masing dari Nabi Muhammad saw. dan Imam Ali as. telah mengingatkan nilai seorang manusia tergantung kepada perbuatannya dan bukan keturunan siapa dia, berasal dari keluarga mana, atau berkulit warna apa?


Jawaban:

Menurut pandangan agama Islam, di hadapan undang-undang dan keadilan semua orang adalah sejajar, maka dari sisi ini sama sekali tidak ada bedanya antara raja dan pengemis, orang kaya dan miskin, kuat dan lemah, laki dan perempuan, kulit putih dan hitam, bahkan antara Nabi saw. atau Imam as. dan orang lain. Tidak ada pengecualian atau keistimewaan apa pun yang bisa menjadi alasan untuk memerintah orang lain dan merenggut kebebasannya yang konstitusional.
Landasan utama penghormatan pada sayid atau keturunan Nabi saw. atau Ali as. adalah ayat Al-Qur'an yang mensinyalir perintah Allah swt. kepada Nabi saw. untuk menuntut perlakuan penuh kasih sayang dari umatnya terhadap kerabat beliau. ("Katakanlah, 'Aku tidak minta upah kepada kalian atas seruan ini kecuali kasih sayang pada kerabat-ku-." (QS. As-Syura [42]: 23).
Rahasia di balik tuntutan ini tampak jelas sepeninggal Rasulullah saw.; masyarakat memperlakukan kerabat beliau dengan perlakuan keji yang sejarah tidak pernah menyaksikan perlakuan serupa terhadap keturunan pemimpin yang lain, selama berabad-abad setelah kepergian Nabi saw. mereka tidak merasakan keamanan, mereka dibantai, lalu penggalan kepala mereka diusung dari kota ke kota yang lain sebagai raihan yang berharga, mereka dikubur secara hidup-hidup, di pendam secara massal di dalam tembok-tembok bangunan, disiksa selama bertahun-tahun di dalam penjara yang gelap gulita, diracuni dan lain sebagainya.
Sekian abad telah berlalu, dan Syi'ah mulai lepas dari keterasingan, sedikit-banyak mereka mulai merasakan kemerdekaan dan kebebasan bermazhab, maka ketika itu mereka mulai menampakkan lebih dari sebelumnya reaksi terhadap kezaliman yang pernah dilakukan oleh kelompok Ahli Sunnah terhadap keturunan Rasulullah saw. dan pengikutnya, dan karena itulah mereka betul-betul menghormati keturunan beliau saw.

Penerjemah: Nasir Dimyati (Dewan Penerjemah Situs Sadeqin)





Komentar Anda

nama :
Email :
Cantumkan jumlah dari dua angka berikut ini di kolom depan
3+5 =