Depan | Buku | Artikel | Tanggapan atas keraguan | Tanya-jawab | Pandangan | Ilmuan | Penemu jalan kebenaran | Debate | Album Foto |
|

Apakah kegiatan menghafal Al-Qur’an tanpa memperhatikan maknanya akan menjanjikan pahala pagi pelakunya di sisi Allah swt.?


Jawaban:

Sudah barang tentu, kegiatan menghafal Al-Qur’an dengan memperhatikan maknanya menjanjikan kedudukan yang lebih tinggi daripada sekedar menghafal tanpa memperhatikan maknanya. Rasulullah saw. bersabda, “Siapa saja yang mengkhatamkan Al-Qur’an dengan memahami dan merenungkan maknanya, seolah-olah dia memberi tempat pada kenabian di dalam dirinya, hanya saja dia tidak diberi wahyu secara langsung.” [Ushûl Al-Kâfî: jilid 4, hal. 406]
Adapun seberapa besar pahala orang yang menghafal Al-Qur’an? Jawabannya tidak bisa kita dapatkan secara detil; akan tetapi, dari hadis nabawi itu juga bisa dimengerti bahwa, “Orang yang menghafal Al-Qur’an dan mengamalkannya adalah kawan para malaikat penyampai wahyu yang bajik di akhirat.” [Ushûl Al-Kâfî: jilid 4, hal. 405] Dalam hal ini, Fudhail bin Yasar meriwayatkan dari Imam Ja’far Shadiq as. yang berkata, “Siapa saja yang berjerih payah untuk Al-Qur’an dan menghafalnya dengan susah payah dan ingatan yang lemah, maka dia akan mendapatkan dua pahala.” [Ushûl Al-Kâfî: jilid 4, hal. 409] Apa yang dapat disimpulkan dari hadis-hadis ini adalah, pahala kegiatan menghafal Al-Qur’an yang disertai dengan praktik sesuai dengannya adalah persahabatan dengan para malaikat istimewa Allah swt. di akhirat. Selain itu, pahala orang yang dengan susah payah menghafal Al-Qur’an adalah dua kali lipat dari orang yang menghafalnya dengan mudah.

Penerjemah: Nasir Dimyati (Dewan Penerjemah Situs Sadeqin)



Komentar Anda

nama :
Email :
Cantumkan jumlah dari dua angka berikut ini di kolom depan
8+7 =