Depan | Buku | Artikel | Tanggapan atas keraguan | Tanya-jawab | Pandangan | Ilmuan | Penemu jalan kebenaran | Debate | Album Foto |
|

Apa Anda tidak berpikir bahwa dosa berpaling dari agama yang dilakukan oleh pemuda-pemuda muslim terpelajar harus dibebankan kepada undang-undang agama yang terbelakang tidak sejalan dengan dunia industri dan pengetahuan masa kini?


JAWABAN:

Alangkah baiknya sebagai ganti dari klaim hampa bukti ini, secara langsung menyebutkan beberapa contoh dari undang-undang agama Islam yang dinilai terbelakang agar pembahasan ini bisa ditelusuri secara argumentatif. Islam tidak mempunyai undang-undang terbelakang, tapi betapa banyak orang muslim yang terbelakang dari undang-undang!
Agama-agama samawi, khususnya agama Islam, membicarakan kehidupan abadi manusia dan hubungan global dia dengan metafisik, maka itu apa kaitannya pola pembicaraan ini dengan sains dan industri modern? Tema pembahasan sains modern adalah materi dengan segenap keriterianya dan industri pun berbicara seputar materi, oleh karena itu baik sains maupun industri sama sekali tidak punya pendapat tentang metafisik, entah itu bersifat menolak atau menerima.
Dosa berpaling dari agama yang dilakukan oleh pemuda-pemuda terpelajar muslim kita tidak mungkin ditanggung oleh undang-undang agama, buktinya mereka tidak hanya berpaling dari agama, bahkan fakta yang nyata menunjukkan bahwa mereka juga menginjak-injak norma-norma hati nurani dan kemanusiaan; dusta, khianat, jilat-menjilat, kekejian, dan ketidakteraturan telah tersebar luas di tengah mereka. Kenyataan ini menjadi bukti bahwa pada umumnya mereka memang bermusuhan dengan segala macam kesucian, kejujuran dan kebenaran, dan bukan hanya memusuhi agama. Di lain pihak, banyak juga pemuda terpelajar –walaupun jumlah mereka lebih sedikit jika dibandingkan dengan jumlah selain mereka– yang menghias diri dengan nilai-nilai etika yang mulia dan mengenal ajaran-ajaran agama serta tetap komitmen dengan undang-undang yang kalian sebut terbelakang, agama Islam sama sekali tidak pernah bertentangan dengan sains dan industri mereka, di samping itu mereka tidak merasa kesulitan atau terganggu dalam kehidupan.
Berdasarkan penjelasan di atas, pada hakikatnya dosa berpaling dari agama yang dilakukan oleh pemuda-pemuda terpelajar muslim harus dibebankan kepada pola pengajaran dan pendidikan budaya serta para wali –murid atau anak– yang lalai dan tidak peduli tugas, dan bukan dibebankan kepada undang-undang agama juga bukan kepada keutamaan-keutamaan manusiawi atau norma-norma etika yang mulia.

Penerjemah: Nasir Dimyati (Dewan Penerjemah Situs Sadeqin)



Komentar Anda

nama :
Email :
Cantumkan jumlah dari dua angka berikut ini di kolom depan
5+6 =