Depan | Buku | Artikel | Tanggapan atas keraguan | Tanya-jawab | Pandangan | Ilmuan | Penemu jalan kebenaran | Debate | Album Foto |
|

Apa ayat al-Qur’an pertama dan terakhir yang turun?


Jawaban:

Ada tiga pendapat tentang ayat-ayat al-Qur’an pertama yang turun pada Rasulullah saw.: 1. Lima ayat pertama surat al-Alaq,
2. Surat al-Muddatsir,
3. Surat al-Fatihah. Tapi berbagai bukti dan riwayat yang otentik menunjukkan bahwa ayat-ayat pertama yang turun adalah lima ayat pertama surat al-Alaq, sementara surat al-Fatihah (al-Hamd) menduduki urutan kelima surat yang turun pada Rasulullah saw.. Dan menurut sebagian pendapat, surat al-Fatihah merupakan surat pertama yang turun secara lengkap dan sempurna.
Perbedaan pendapat juga terjadi berkenaan dengan ayat-ayat al-Qur’an yang turun terakhir. Thabarsi di dalam kitab tafsirnya Majma’ul Bayan berusaha mempertemukan pendapat-pendapat itu sebagai berikut: “Para mufassir mengatakan ketika ayat
إنَّکَ مَیِّتٌ وَ إنَّهُم مَیِّتُونَ [1]

(artinya: “Sesungguhnya engkau –akan– mati dan mereka juga –akan– mati.”) turun pada Rasulullah saw. maka beliau bersabda: “Andaikan aku tahu kapan waktu yang dijanjikan itu?”, kemudian Allah swt. menurunkan surat al-Fath dan an-Nashr, dan setelah turunnya dua surat itu Rasulullah saw. senantiasa diam di sela-sela antara takbir dan qira’at (bacaan surat dalam shalat) seraya berzikir dan berdoa:
سبحان الله و بحمده استغفر الله و أتوب إلیه .

Melihat kejadian itu, para sahabat bertanya kepada beliau: “–Ya Rasulullah!– sebelumnya engkau tidak pernah membaca doa/zikir itu?”. Beliau menjawab: “Ini adalah seruan nyawa dan jiwaku”. Setelah turunnya surat ini, beliau masih hidup selama setahun. Dan sewaktu beliau keluar dari Madinah untuk menunaikan ibadah haji wada’ (perpisahan) turunlah ayat Kalalah [2], kemudian sewaktu beliau berhenti di Arafah turunlah ayat

الیَومَ أکمَلتُ لَکُم دِینَکُم [3]

(artinya: “Hari ini, telah Ku-sempurnakan untuk kalian agama kalian.”), setelah itu beliau hidup sampai delapan puluh hari. Di sela-sela delapan puluh hari itu turunlah ayat Riba [4] dan pada akhirnya ayat

وَ اتَّقُوا یَومًا تُرجَعُونَ فِیهِ إلَی اللهِ [5]

(artinya: “Dan takutlah kalian kepada suatu hari yang akan dikembalikan kalian pada hari itu kepada Allah”) turun sebagai ayat al-Qur’an yang terakhir turun. Adapun surat yang terakhir turun adalah surat at-Taubah. Tapi surat terakhir yang turun secara lengkap dan sempurna adalah surat an-Nashr.
Urutan zaman turunnya ayat-ayat al-Qur’an berbeda dengan urutan ayat-ayat al-Qur’an yang ada sekarang; melainkan ayat-ayat al-Qur’an turun secara proporsional sesuai dengan tuntutan fenomena-fenomena yang terjadi, kadang hanya turun satu atau berapa ayat, kadang pula sampai turun satu surat lengkap pada Rasulullah saw.; namun demikian perlu diketahui bahwa urutan atau susunan ayat-ayat al-Qur’an yang ada sekarang, sesuai dengan kesepakatan umat Islam dan berdasarkan bukti-bukti hadis dengan sanad (silsilah perawi) yang kuat, adalah menurut petunjuk Rasulullah saw.” [6]
Penerjemah: Nasir Dimyati (Dewan Penerjemah Situs Sadeqin)

1. QS. az-Zumar: 30.
2. QS. an-Nisa’: 176.
3. QS. al-Ma’idah: 3.
4. QS. al-Baqarah: 278-280.
5. Ibid. Ayat 281.
6. Anda bisa lihat dalam referensi: Hujjati, Sayid Muhammad Baqir, Pazhuhesyi dar Torikhe Qur’an.



Komentar Anda

nama :
Email :
Cantumkan jumlah dari dua angka berikut ini di kolom depan
1+4 =