Depan | Buku | Artikel | Tanggapan atas keraguan | Tanya-jawab | Pandangan | Ilmuan | Penemu jalan kebenaran | Debate | Album Foto |
|

Apakah yang menjadi sebab keghaiban Imam Zaman as?


Jawaban:

Ghaibnya Imam Zaman afs adalah masalah yang tidak dapat dicari rahasianya oleh akal sedirian dan selalu menjadi pertanyan serta menggangu fikiran. Tetapi harus diperhatikan bahwa berdasarkan sebagian riwayat, sebab dan falsafah hakiki ghaibnya Imam mahdi as adalah sebuah rahasia dari rahasia-rahasia ilahi yang hikmahnya tertutup bagi hamba-hamba-Nya. Hanya Allah dan para maskusmin as yang mengetahuinya. Setelah zuhurnya Imamlah baru masalah ini akan jelas; sebab Rasulullah saww telah bersabda: “Wahai Jabir! Ghaibnya Imam Zaman adalah salah satu dari rahasia ilahi dan tertutup bagi hamba-Nya. Jangan sampai kau ragu dalam urusan Allah, karena yang demikian adalah kafir”.[1]

Abdullah bin Fadl Hasyimi meriwayatkan: “Aku mendengar Imam Shadiq as bersabda: “Sesungguhnya masalah ghaibnya Sahibul Amr pasti akan terjadi, sehingga ahli bathil akan meragukannya”. Aku bertanya: “Wahai putra Rasulullah! Mengapa beliau ghaib”? Imam bersabda: “Karena sesuatu hal yang kami tidak diizinkan untuk menerangkannya”. Aku bertanya: “Apakah hikmah ghaibnya beliau”? Imam bersabda: “Sebagaimana hikmah ghaibnya para hujjah sebelum beliau. Hikmah ghaibnya beliau akan jelas setalah zuhurnya beliau. Sebagaimana hikmah melubangi perahu, pembunuhan anak dan perbaikan dinding yang dilakukan Nabi Hidhir tidak jelas bagi Nabi Musa, kecuali setelah keduanya akan berpisah”.[2] Oleh karena itu kita tidak bisa memahami semua rahasia ghaibnya Imam Mahdi as, tetapi dengan menggunakan beberapa hadis dari para Makshumin, kami akan menyampaikan beberapa hikmahnya:

1. Ujian bagi ummat.

Sebagaimana yang kit ketahui bahwa menguji ummat dan memilih hamba-hamba yang saleh dan suci adalah sebuah sunnah ilahi. Peristiwa hidup sehari-hari merupakan ujian sehingga manusia akan terdidik dalam sinaran iman, perjuangan dan penyerahan diri pada perintah Allah, mencapai kesempurnaan dan bersemilah semua bakat yang ada di dalam dirinya. Oleh karena itu, sebagian riwayat menyebutkan bahwa falsafah ghabnya Imam zaman as adalah ujian bagi ummat. Mari kita simak beberapa riwayat di bawah ini:

a. Rasulullah saww bersabda: Dia (Imam Zaman as) adalah Imam yang ghaib dari pandangan sahabat dan syiahnya. Keghaiban yang menyebabkan orang meragukan keimamahannya kecuali orang-orang yang dikokohkan imannya oleh Allah. [3]

b. Imam Husain as bersabda: Imam Mahdi as memiliki dua ghaibat, yang satu lebih panjang dari yang lainnya. Dalam ghaibat ini, sebagian orang berpaling dari agama dan sebagian tetap kokoh di dalamnya. Siapa saja yang bersabar dalam ghaibat ini dan berjuang melawan masalah-masalah yang dtimbulkan oleh musuh maka ia akan memperoleh pahala dari Allah seolah-olah ia berjihad bersama Rasulullah saww.[4]

c. Dalam sebuah hadis terperinci, Rasulullah saww bersabda: Mahdi akan tertutup (ghaib) dari pandangan sahabatnya dan Allah hanya akan mengokohkan hati orang-orang yang benar-benar beriman akan aikdah dan keimamahan beliau.[5]

d. Imam Shadiq as bersabda: Allah swt suka menguji syiah.[6] (Ghaibnya Imam Mahdi as ujian bagi syiah).

2. Terhindar dari baiat kepada para penguasa dunia.

Dalam sebagian riwayat disebutkan bahwa sebab dan hikmah ghaibnya Imam Mahdi as adalah bahwa beliau terhindar dari paksaan baiat kepada para penguasa dunia dan beliau sama sekali tidak memiliki kewajiban untuk berbaiat kepada pemerintahan manapun sehingga pada saat beliau bangkit, beliau dapat berusaha dengan bebas. Para Imam yang lain mengakui pemerintahan yang ada melalui taqiyah, tetapi Imam Mahdi as tidak diperintahkan untuk taqiyah. Oleh sebab itulah beliau tidak akan berbaiat kepada penguasa dunia manapun. Jika Imam tidak ghaib, maka hal ini tidak akan tercapai.

Dalam hal ini, Imam hasan Mujtab as bersabda: Setiap dari kami (imam ahli bait as) bertanggung jawab untuk berbaiat kepada pengausa jamannya melalui taqiyah, kecuali Imam Mahdi as yang kelak akan dijadikan imam oleh Nabi Isa ketika mengerjakan shalat. Allah telah merahasiakan kelahirannya dan menetapkan ghaibat baginya dan ia tidak wajib berbaiat sampai waktu bangkit tiba.[7]

3. Menjaga jiwa Imam Mahdi as.

Melalui ghaibnya Imam yang kedua belas as, Allah menjaga jiwa beliau dari kejahatan musuh. Jika Imam tidak ghaib maka Mu’tamad Abbasi yang haus akan darah beliau akan membuat beliau syahid sebagaimana yang telah dilakukannya kepada ayah beliau. Jika ini terjadi maka alam akan kosong dari hujjah Allah.

Banyak hadis dari para makshumin yang sampai di tangan kita mengenai hal ini. Sebagai contoh, Imam Baqir as bersabda: “Bagi Qaim kami (Imam Mahdi as) terdapat masa ghaib sebelum kebangkitannya”. Perawi bertanya: “Untuk apa”? Imam bersabda: “Karena dikhawatirkan ia akan terbunuh”.[8]

Ada hikmah lain tentang ghaibnya Imam Mahdi as dengan memperhatikan teks-teks hadis. Untuk informasi lebih lanjut, silahkan rujuk kitab Al-Ghaibah karya Syaikh Thusi, Al-Ghaibah karya Nu’mani dan Kamaluddin wa Tamamun Ni’mah.
Penerjemah: Mukhlisin Turkan (Dewan Penerjemah Situs Sadeqin)

1. Muhmmad Baqir Majlisi, Biharul Anwar, Tehran, Maktabah islamiah, cetakan 4, 1362, jilid 51, Bab 1, hal. 73, hadis 18.
2. Syaikh Shaduq, Kamaluddin wa Tamamu Ni’mah, Tehran, Cetakan islamiah, 1379 Q, jilid 2, trejemahan Ayatullah Kamareh-i, hal. 482.
3. Muhammad Baqir Majlisi, Biharul Anwar, jilid 36, hal. 250.
4. Idem, jilid 51, hal. 133, Bab 3, hadis 4.
5. Shafi Gulpaigani, Muntkahab Asar, Tehran, Markaz Nasyr Kitab, 1373 Q, hal. 101, Pasal 1, bab 8, hadis 4.
6. Ushul Kafi, jilid 1, hal. 337, Bab Fil Ghaibah, hadis 5.
7. Muhammad Baqir Majlisi, idem, jilid 51, hal. 132.
8. Idem, jilid 52, hal. 98.



Komentar Anda

nama :
Email :
Cantumkan jumlah dari dua angka berikut ini di kolom depan
6+6 =