Depan | Buku | Artikel | Tanggapan atas keraguan | Tanya-jawab | Pandangan | Ilmuan | Penemu jalan kebenaran | Debate | Album Foto |
|

Apakah perbedaan antara pandangan Islam dan Masihiat tentang sosok Nabi Isa as?


Jawaban:

Yang menjadi sumber utama tentang pandangan Masihiat terhadap sosok Nabi Isa as adalah Injil yang empat (Mathius, Markus, Lukas dan Yohanes). Namun kisah kelahiran Nabi Isa lebih banyak terdapat dalam Injil Mathius dan lukas. Sedang sumber utama tentang pandangan Islam terhadap sosok Nabi Isa adalah Qur’an.

Banyak ayat-ayat Qur’an yang mengisahkan kehidupan Nabi Isa as. Mislanya surah Maryam. Sebagian poin penting yang ada di Injil tidak terdapat dalam Qur’an, misalnya pernyataan bahwa Nabi Isa lahir di kota Nazareth di propinsi Jalil[1] dan beliau lahir pada masa pemerintahan Herodius, Raja Baitul Lahm[2] dan setelah Nabi Yahya dipenjara, nabi Isa datang ke propinsi Jalil dan menyampaikan pesan Tuhan.[3]

Kedua sumber Masihi dan Islam juga memiliki beberapa poin yang sama tentang Nabi Isa as. Dan poin itu adalah bahwa Nabi Isa as terlahir dari seorang gadis perawan bernama Maryam[4] dan kelahiran terjadi melalui perantaraan ruh kudus[5] dan Nabi Isa memiliki mukzijat yang banyak.[6]Tetapi cara pandang Masihiat terhadap Nabi Isa as memiliki perbedaan yang mendasar dengan cara pandang Qur’an terhadap nabi Isa. Menjelaskan semua perbedaan itu tidak akan cukup dalam makalh singkat ini. Oleh karen aitu kami akan membahas masalah yang penting yang di dalam Masihiat sendiri juga telah menjadi pertentangan. Tiga masalah penting tentang sosok Nabi Isa as sebagai berikut: Trinitas, Uluhiyat dan penyaliban.

Trinitas

Trinitas berarti bahwa Allah muncul dalam tiga sosok, Allah Bapa, Allah Anak dan Ruh Kudus. Dengan demikian, Allah yang hanya berjumlah satu terdapat dalam 3 sosok yaitu Allah Bapa, Allah Anak dan Ruh Kudus. Ketiga sosok ini memiliki keazalian, kekuatan dan kemuliaan yang sama dan masing-masing memiliki sifat ilahi.[7]

Analisa Paham Trinitas

Pertama, akidah trinitas tidak dikenal di kalangan pengikut Masihi yang terdahulu dan dikatakan bahwa orang yang pertama menyebutkan akidah ini adalah Pouls.[8] Dan berdasarkan ketetapan Majlis Tinggi Uskup Gereja tahun 325 M yang disebarkan di kota Nikaiah, paham trinitas dianggap sebagai bagian keimanan dalam ajaran Masihi.[9]

Kedua, akidah trinitas tidak sesuai dengan akal; sebab tidak mungkin sesuatu itu satu tapi dalam waktu yang bersamaan adalah tiga.[10]

Selain itu, jika masing-masing dari mereka kita anggap sebagai sesuatu yang tidak terbatas maka ia tidak bisa disebut tiga. Tapi jika kita anggap bahwa mereka adalah terbatas maka masing-masing pasti memiliki cacat dan ini tidak sesuai dengan wujud Tuhan. Karena tidak adanya kesesuaian akal inilah maka ilahiyun tersesat dalam masalah trinitas[11] dan keyakinan terhadap trinitas hanya dianggap sebagai ketaatan hati yang tidak dipahami oleh akal, oleh karena itu Masihiat tidak berkenan untuk menerimanya.[12]

Ketiga, Qur’an menganggap trinitas berasal dari sikap berlebihan-lebihan dan menolak konsep tersebut.[13] Menurut Qur’an, Nabi Isa as adalah anak Maryam, utusan Allah,[14]mengakui bahwa Allah adalah sembahan yang esa yang tidak memiliki anak.[15]Menurut Qur’an, mereka yang menganggap bahwa Allah adalah salah satu dari ketiga tuhan tersebut di atas, maka mereka adalah kafir.[16] Quur’an menganggap penciptaan Nabi Isa as sama dengan penciptaan Nabi Adam as[17] dan menganggapnya sebagi tanda kebesaran dan rahmat ilahi[18] dan tanda untuk mengetahui maqam ibunya, Maryam yang mulia.[19]

Uluhiyat

Salah satu akidah Masihiat adalah bahwa Nabi Isa memiliki sisi uluhiyat; yang berarti bahwa Masih manifestasi zat Allah. Perjalanan Masihiat adalah sejarah agama yang bermula dari akidah akan penjelman Tuhan dalam tubuh dan dasar agama.[20]
Analisa Paham Uluhiyat.

Pertama, akidah uluhiyat ini tidak didapati di kalangan penganut Masihiat yang terdahulu. Mereka yakin bahwa Nabi Isa as adalah seorang manusia yang memiliki sifat manusiawi dan ilahi. Yang pertama kali meyakini dimensi uluhiyat bagi Nabi Isa adalah Pouls Rasul dan Injil Yohanes memiliki pemikiran yang sama tentang kehidupan azali al-Masih.[21]
Penerjemah: Mukhlisin Turkan (Dewan Penerjemah Situs Sadeqin)

1. Silahkan rujuk Injil Lukas, Bab 1/26-38 dan Mathius, bab 1/ 18-25.
2. Silahkan rujuk, Injil Mathius, bab dua.
3. Silahkan rujuk Injil Markus, Bab 1, Mathius, Bab 3, Luka, Bab 3 dan 4.
4. Silahkan rujuk, Lukas, Bab 1/26-38, dan Qur’an, Al Imran: 47 dan Maryam: 20-21.
5. Silahkan rujuk, Lukas, Bab 1/26-38, dan Qur’an, Nisa: 171.
6. Mathius, Bab 9, 18-22, Markus, Bab 5, Lukas, Bab 8, Mathius, Bab 9/27-34 dan Bab 14 dan 15, Markus, Bab 6 dan 8, Lukas, Bab 9, Yohanes, Bab 6, dan Qur’an, Al Imran: 49, Maidah: 110-115, Maryam: 29-33.
7. Khudawande Ma Isa Masih, Jhon Wallword, terjemahan Mehrdad Fatihi, Gereja Jemaat Rabbani, hal. 2-3.
8. Silahkan rujuk: Dr. Ahmad Syalbi, Muqarinatul Addiyan, jilid 2 (masihiat), Qahirah, Maktabah Nihdhatul ‘Ashriah, cetakan 10, 1998, hal. 138.
9. Guruh-e Newisandegon, Jahan Mazhabi: Addiyan dar Jawami’ Emruz, terjemahan Dr. Abdul rahimGuwahi, Daftar Nasyr Farhang-ge Islami, cetakan awal, 1374, dan silahkan rujuk: Dr. Ahmad Syalbi, idem, hal. 147-148.
10. Silahkan rujuk, Allamah Thabthaba’i, Tafsir Mizan, jilid 6, hal. 73 dan Makarim Syirazi, Tafsir Nemuneh, jilid 4, hal. 224.
11. Carry Wolf, Darbare-ye Mafhum-e Injilha, terjemahan Muhammad qazi, Intisyarat Farhang, cetakan dua, hal. 20-21.
12. Jhon Willword, idem, hal. 8.
13. Nisa: 171.
14. Nisa: 171 dan Maidah: 75.
15. Nisa: 171 dan Maryam: 35.
16. Maidah: 73.
17. Al-Imran: 39.
18. Maryam: 21 dan tafsirnya: tafsir Al- Mizan, jilid 14, hal. 42; Tafisr Nemuneh, jilid 13, hal. 35 dan Tantowi, Al-jawahir fi Tafsiril Qur’an Karim, Beirut, Darul Ahya Tirasul Arabi, cetakan 4, 1412 H, 1991 M, cetakan 10, hal. 8.
19. Al-Imran: 42 dan Mukminin: 50.
20. Jhon B. N, Tarikh-e Addiyan, terjemahan Ali Ashgar Hikmat, Tehran, Intisyarat va Amzesy inqilab-e Islami, cetakan 4, 1370, hal. 575, dan silahkan rujuk: Jahan-e Mazhabi, hal. 718.
21. Silahkan rujuk, Jahan-e Mazhabi, hal. 718-720.



Komentar Anda

nama :
Email :
Cantumkan jumlah dari dua angka berikut ini di kolom depan
10+10 =