Depan | Buku | Artikel | Tanggapan atas keraguan | Tanya-jawab | Pandangan | Ilmuan | Penemu jalan kebenaran | Debate | Album Foto |
|

Apakah hubungan antara ibadah dengan keyakinan akan imamah dan wilayah Aimmah suci as?


Jawaban:

Sebelumnya, harus dikatakan bahwa untuk ibadah terdapat 3 syarat:
1. Syarat wajibnya amal (seperti akal, ikhtiar, baligh, waktu dan lain-lain).
2. Syarat benarnya amal (sebagai contoh: dalam shalat: wudhu, penutup aurat, menghadap kiblat, membaca bacaan shalat dengan benar, dan lain-lain).
3. Syarat diterimanya amal (seperti: syarat ekonomi, akhalk, politik, makrifah dan penyembahan).
Kita akan membahas tentang syarat diterimanya amal:

1. Pria dan wanita tidak dalam nusyuz: siapa yang menyakiti pasangannya maka shalatnya tidak diterima (لم يقبل صلاتها) begitu juga jika wanita tidak menunaikan hak suaminya.[1]
2. Tidak memakan makanan yang haram.[2]
3. Tidak meminum minuman keras (Al-Maidah:27).
4. Mukmin.[3]
5. Ikhlas.[4]
6. Tidak memandang ayah dan ibunya dengan rasa marah.[5]
7. Amal yang lain akan diterima jika shalatnya diterima (ان قبات قبل ما سواها)
8. Memiliki makrifah, cinta dan wilayah aimmah dan mengikuti mereka.[6]
Barang siapa yang satu shalat dan satu perbuatan baiknya diterima, maka ia tidak akan diazab[7]; sebab ibadah yang diterima memiliki syarat yang sulit. Oleh karena itu, ahkam dan akhlak memiliki hubungan timbal balik.[8] Sebagaimana diterimanya shalat adalah syarat diterimanya amal lain, wilayah ahlul bait juga syarat bagi diterimanya segala amal.Mengakui wilayah aimmah juga memiliki beberapa syarat seperti beriman[9]. Maka dari muqaddimah ini, jawaban pertama atas soal di atas adalah bahwa semua mazhab Islam harus terlebih dahulu menjawab pertanyaan tentang hubungan shalat dengan makanan haram atau sejenisnya. Setelah itu baru pertanyan tentang imamah dan wilayah akan dijawab. Mengapa mereka hanya sensitif dengan imamah dan wilayah? Jawaban kedua adalah bahwa banyak hadis yang memang membuktikan syarat wilayah. Hadis tersebut antara lain;

1. Imam Baqir as bersabda:

كل من دان الله عز و جل بعباده يجهد فيها نفسه و الامام له من الله فسعيه غير مقبول[10]

“Barang siapa yang beribadah kepada Allah swt tapi ia tidak meyakini keberadaan imam utusan Allah, maka ibadahnya tidak akan diterima.”

2. Imam Shadiq as bersabda: Allah swt tidak menerima ibadah iblis karena ia tidak mau bersujud kepada Adam. Begitu juga ummat yang berdosa setelah Rasulullah saww yang telah meninggalkan imam yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, ibadah mereka tidak akan diterima dan kebaikan mereka tidak akan naik ke langit.[11]

3. Imam Sajjad as bersabda: Barangsiapa yang beribadah sepanjang usia Nuh tanpa dibarengi wilayah kami dan kemudian bertemu dengan Allah swt, maka ibadahnya tidak akan membawa keberuntungan.[12]

4. Tentang bagaimana Allah dalam ayat (Thaha: 82) menjadikan syarat untuk memperoleh taubah dan amal shaleh, Imam Baqir as bersabda: Demi Allah! Walaupun seseorang berusaha, tidak ada ssuatupun yang diterima kecuali telah mendapat hidayah melalui wilayah kami.[13]
Ustad Murtadha Muthahhari juga berkata: Berbagai ayat dan riwayat yang menunjukkan bahwa amal orang-orang yang mengingkari nubuwwah atau imamah tidak diterima, menunjukkan bahwa pengingkaran itu berdasarkan atas kekeraskepalaan dan ta’assub. Tapi pengingkaran yang tidak diikrarkan sedang asal pengakuan adalah menganggap remeh bukan kesalahan maka ia tidak termasuk dalam ayat ini. Menurut Qur’anul Karim, para pengingkar model ini dianggap sebagai orang-orang yang lemah[14] dan marjunul Amr (Taubah: 106).[15]
Jawaban ketiga bagi orang yang memang bersalah dalam pengingkaran nubuwwah atau imamah adalah bahwa semua muslim mengakui bahwa salah satu syarat paling penting bagi diterimanya amal adalah memiliki tauhid. Menurut riwayat syiah dan Sunni, tauhid juga memiliki syarat dan salah satu syaratnya adalah mengakui imamah dan wilayah. Kami hanya akan membawakan satu riwayat dari Syiah dan satu riwayat dari Sunni.

1. Riwayat Imamiah:
Imam Shadiq as bersabda: Allah telah menjamin jika seorang mukmin mengakui rububiah Ilahi dan di samping itu ia mengakui risalah Rasulullah dan imamah Ali as serta melaksanakan berbagai kewajiban, Allah akan menyediakan tempat di sisi-Nya (surga) baginya.[16]
Dari hadis ini dan 34 hahdis lainnya yang dinukil dalam tauhid Shaduq, terdapat 3 syarat penting dalam tauhid:
a. Yakin dan mengakui risalah Muhammad saww.
b. Yakin dan mengakui wilayah Ali as dan aimmah suci as.
c. Melakukan kewajiban dan meninggalkan yang haram.
Jika salah satu syarat ini tidak ada, maka tauhid akan cacat dan ibadah tidak akan diterima. Imam Baqir as bnersabda: Wilayah kami adalah wilayah Allah yang dengannya semua nabi telah diutus.[17]

2. Riwayat umum
Rasulullah saww bersabda: Dua ribu tahun sebelum diciptakannya langit di surga telah tertulir: Allah maha esa dan Muhammad saww adalah rasul Allah dan Ali bersama para penolongnya telah Kami sahkan.[18]
Maka dapat dipastikan bahwa antara risalah rasulullha saww dan imamah Ali as terdapat hubungan khusus.
Jawaban keempat: sebagaimana anggota tubuh manusia dan wujud memiliki hubungan dan menempati posisinya masing-masing, antara amal, akhlak dan keyakinan manusia terdapat hubungan dan masing-masing membangun sudut tersendiri dari wajah hakiki manusia. Hubungan wilayah dengan wajah hakiki manusia laksana hubungan kepala dengan tubuh. Jika kepala tidak ada maka tubuh juga tidak ada. Maka jika wilayah amal juga tidak akan terwujud; bukan ada dan tidak diterima.

Perhatikanlah riwayat ini:

1. Rasulullah saww bersabda: Hubungan ahli baitku dengan kalian laksana hubungan tubuh mata dengan mata dan laksana mata dengan kepala. Sebagaimana badan tidak akan mendapat petunjuk tanpa kepala dan kepala tanpa mata juga tidak akan mendapat petunjuk (dan ummat tanpa wilayah juga tidak ada apa-apanya).[19]

2. Imam Shadiq as bersabda: Islam itu telanjang. Pakaiannya adalah malu; perhiasannya adalah ketenangan, kedermawanannya adalah amal saleh dan tiangnya adalah wara’. Setiap sesuatu memiliki pondasi dan pondasi Islam adalah kecintaan (dan wilayah) kami, ahli bait.[20]
3. Imam Baqir as bersabda: Bangunan Islam kokoh atas 5 hal: shaalat, zakat, puasa, haji dan wilayah[21] dan selain wilayah tidak ada yang sangat direkomendasikan sedemikian rupa.[22]
Penerjemah: Mukhlisin Turkan (Dewan Penerjemah Situs Sadeqin)

1. Wasail syiah,Muhammad bin Husain Hur Amili, Ahya Tirasul Arabi, 1491, cetakan 4, jilid 14, hal, 116.
2. Safinatul Bihar, jilid 1.
3. Wasail Syiah, jilid 1, hal. 34.
4. Ushul Kafi, Ya’qub Kulaini, jilid 2, hal. 349.
5. Hukmu Zahirah, Ridha Shabiri, jilid 1, hal. 138, riwayat 7011.
6. Wasail Syiah, jilid 1, hal. 90.
7. Hukmu Zahirah, jilid 2, hal. 212.
8. Dari surah Fathir ayat 7 dapat disimpulkan hubungan timbal balik ini. Ayat ini telah ditafsirkandalam dua bentuk: Satu, perbuatan yang layak, ucapan dan keyakinan yang suci naik ke langit. Kedua: ucapan dan keyakinan yang suci serta perbuatan yang layak naik ke langit dan membangun alam malkaut. Kedua makna ini tidak bermasalah karena mafhum keduanya adalah bahwa keyakinan dan iman memiliki pengaruh dalam diterimaya amal dan naiknya amal ke langit. Sedang amal baru dapat dilakukan ketika iman telah penuh dan meningkat. Keadilan Ilahi, Murtadha Muthahhari, hal. 332.
9. Ushul Kafi, jilid 2, hal. 60.
10. Wasail syiah, Bab 29, dari Bab Muqaddimah Ibadah, hal. 90, riwayat 1.
11. Dalam lanjutan hadis: Amal mereka tidak akan diterima kecuali jika mereka mematuhi aturan Allah dan menerima wilayah imamnya.
12. Wasail Syiah, hal. 93, riwayat 12 dan 14.
13. Wasail Syiah, jilid 1, hal. 96, riwayat 19.
14. Mengisyaratkan ayat 96 dan 97 surah Nisa’.
15. Keadilan Ilahi, Murtadha Muthahhari, hal. 37.
16. Tauhid Shaduq, Syaikh shaduq, Muassasah Nasyr Islami, Jami’ah Mudarrisin Qom, hal. 19, riwayat 4.
17. Hukmu Zahirah, jilid 2, hal. 373, riwayat 2232.
18. Kanzul Umalfi Sunan Aqwal wa Af’al, Ali Muttaqi, Muassasah Risalah, 1405 H, cetakan 5, jilid 11, hal. 624, riwayat 33043-33041.
19. Hukmu Zahirah, jilid 2, hal. 70-71, riwayat 2516.
20. Biharul Anwar, jilid 1, hal. 373, riwayat 2232.
21. Idem.
22. Biharul Anwar, jilid 27, hal. 91.



Komentar Anda

nama :
Email :
Cantumkan jumlah dari dua angka berikut ini di kolom depan
5+4 =