Depan | Buku | Artikel | Tanggapan atas keraguan | Tanya-jawab | Pandangan | Ilmuan | Penemu jalan kebenaran | Debate | Album Foto |
|

Apa yang dimaksud dengan Mushaf Imam Ali as.? Apa berarti Al-Qur’an versi beliau berbeda dengan Al-Qur’an yang populer?


Jawaban:

Sepeninggal Rasulullah Saw., para sahabat beliau berusaha mengumpulkan ayat-ayat Al-Qur’an yang telah beliau sampaikan. Dalam pada ini, Amirul Mukminin Ali as. –yang lebih tahu daripada sahabat yang lain tentang karakteristik turun dan takwilnya ayat-ayat Al-Qur’an- beranjak lebih cepat daripada yang lain untuk melakukan hal tersebut, setelah itu beliau pun orang yang pertama menawarkan hasil jerih payahnya yang sangat berharga itu kepada masyarakat; namun, karena satu dan dua hal, tawaran berharga itu tidak disambut hangat oleh badan penguasa saat itu. Maka beliau mengembalikan mushaf hasil jerih payahnya ke rumah, seraya menurut sebagian riwayat mengatakan, ‘Setelah ini, kalian tidak akan melihatnya lagi.’
Sepeninggal beliau, mushaf itu berada di tangan para imam setelahnya.
Perlu digarisbawahi bahwa, Al-Qur’an atau naskah-naskah Al-Qur’an yang dinisbahkan kepada Amirul Mukminin Ali as. dan terdapat di musium-musium serta perpustakaan-perpustakaan, secara historis dan menurut bukti-bukti yang ada tidak bisa dipastikan milik beliau.

Keriteria Mushaf Imam Ali as.

Dibandingkan dengan mushaf-mushaf Al-Qur’an yang ada, mushaf Amirul Mukminin Ali as. memiliki beberapa keriteria yang istimewa, antara lain adalah:
1. Sebagaimana dinyatakan pula oleh para ahli, mushaf Imam Ali as. disusun berdasarkan urutan turunnya ayat Al-Qur’an; [1]
2. Mushaf Imam Ali as. sesuai dengan bacaan Rasulullah Saw. dan di dalamnya tidak terdapat varian-varian bacaan Al-Qur’an;
3.Mushaf Imam Ali as. memuat sebab dan tempat turunnya ayat-ayat Al-Qur’an, begitu pula nama-nama orang yang bersangkutan langsung dengan ayat-ayat tersebut;
4. Di dalam mushaf Imam Ali as., sisi-sisi universal ayat Al-Qur’an dan penakwilannya telah dijelaskan. [2]
Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa mushaf Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib as. bukanlah Al-Qur’an yang berbeda dari Al-Qur’an yang ada, atau dengan kata lain bukanlah Al-Qur’an yang memuat ayat lain yang tidak terdapat dalam Al-Qur’an yang populer sekarang. Inti perbedaannya dengan Al-Qur’an yang ada adalah urutan ayat –yang disusun berdasarkan urutan turunnya- dan keterangan-keterangan tambahan (seperti sebab atau tempat turunnya ayat) yang sangat membantu pembaca untuk memahami maksud firman Allah Swt. yang sesungguhnya.
Beliau sendiri berkata:
Laqod ji’tuhum bi al-kitâbi musytamilan ‘alâ al-tanzîl wa al-ta’wîl [3]
Artinya: Aku sudah tawarkan kepada mereka kitab yang memuat keterangan tentang turunnya masing-masing ayat Al-Qur’an dan juga takwilnya.
Beliau juga berkata yang artinya, ‘Tiada satu pun ayat Al-Qur’an yang turun kepada Rasulullah Saw. kecuali beliau telah membacakan dan mendiktekannya kepadaku, aku pun menulisnya dengan tanganku sendiri. Beliau juga mengajariku tafsir dan takwil setiap ayat Al-Qur’an serta menentukan mana ayat yang nasikh, mansukh, muhkam dan mutasyabih. Beliau doakan aku agar Allah Swt. menganugerahiku pemahaman dan ingatan terhadap ayat dan keterangan itu. Sejak itu sampai sekarang, tidak ada satu ayat pun yang aku lupa, tidak ada pula yang aku lupakan satu ilmu atau pengetahuan pun yang pernah diajarkan oleh Rasulullah Saw. kepadaku dan aku menulisnya.’ [4]
Penerjemah: Nasir Dimyati (Dewan Penerjemah Situs Sadeqin)

1. Suyuthi: Al-Itqôn, jld. 1, hal. 183, nau‘ ke-18.
2. Lihatlah referensi di bawah ini:
1. Jawan Arasteh, Husain: Darsnomeh ‘Ulûm-e Qur’on, hal. 163;
2. Majalah triwulan Bayyinât, vol. 28, hal. 184;
3. Ramyar, Mahmud: Torikh-e Qur’on, hal. 365;
3. Balaghi, Muhammad Jawad: Âlâ’ Al-Rohmân, cet. Najaf, jld. 1, hal. 257;
4. Tafsîr Al-Burhân, jld. 1, hal. 16, no. 14; Makrifat, Muhammad Hadi: Torikh-e Qur’on, hal. 86.



Komentar Anda

nama :
Email :
Cantumkan jumlah dari dua angka berikut ini di kolom depan
3+2 =